Sabtu, 23 Februari 2013

Giving and Responding to Invitation
Giving and Responding to Invitation Giving invitation is an expression that is disclosed when there is someone who wants to ask other person to come to a place or when there is someone who asks others to do something for him/her. 

Expression giving and responding invitation
Giving Invitation
Responding Invitation
Receiving
Refusing
Would you like to.....?
e.q.: Would you like to come to my party?
I’d like to
I’d love to but....
e.q.: I’d love to but I have a lot of homework.
Would you mind joining us to.....?
e.q. : Would you mind joining us to go to Bali?
I would. Thank you.
I wish I could but....
e.q. : I wish I could but I have to see the            doctor.
Shall we...?
e.q. : Shall we go to the cinema together?
That would be nice
Thank you for asking me, but....
e.q.: Thank you for asking me, but I don’t have enough money.
What about.... ?
e.q. :What about having dinner in Shangrilla Hotel?
Wondeful/ Great
I’m sorry but I think I can’t.
Why don’t we..?
e.q. ; Why don’t we go to the zoo?
All right
Sorry, I can’t. But thanks anyway.


Example :
Arif  : Hi, Tika.
Tika  : Hi, Arif. What’s up friend?
Arif  : Hmmm, are you doing anything for next week?
Tika  : Nothing. Why?
Arif  : Hmm, like you know, next week we will have summer vacation to
Bali and I think that I need you to be my date. Would you mind to come along with me?
Tika  : Really? I’d love it so much.
Arif  : Well, I will pick you at 7 a.m next week at school.
Tika  : OK. Thanks Arif.
Arif  : You’re welcome. Bye Tika and see you next week.
Tika  : See you, too. Bye-bye.


Sabtu, 16 Februari 2013

Budaya hidup sehat merupakan sebuah konsep kehidupan dengan mengutamakan berbagai kegiatan hidup yang berbasis pada langkah-langkah sehat. Jika tubuh kita sehat, maka segala kegiatan dalam hidup kita dapat kita laksanakan dengan baik. Hal tersebut dapat tercapai jika pengertian budaya hidup sehat sudah melekat dan menjadi bagian penting dalam diri kita. Pengertian Pola Hidup Sehat adalah suatu gaya hidup dengan memperhatikan faktor-faktor tertentu yang memengaruhi kesehatan, antara lain makanan dan olahraga. Beberapa gaya hidup yang dapat merusak kesehatan Anda: Untuk memperoleh tubuh yang sehat, tidak harus dengan pola hidup yang serba mahal. Semua dapat diperoleh dengan mudah dan murah. Hidup sehat harus diawali dengan perubahan yang kecil terlebih dahulu. Pengertian Gaya Hidup – Gaya hidup menurut Kotler (2002, p. 192) adalah pola hidup seseorang di dunia yang iekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Secara umum dapat diartikan sebagai suatu gaya hidup yang dikenali dengan bagaimana orang menghabiskan waktunya (aktivitas), apa yang penting orang pertimbangkan pada lingkungan (minat), dan apa yang orang pikirkan tentang diri sendiri dan dunia di sekitar (opini). Selain itu, gaya hidup menurut Suratno dan Rismiati (2001, p. 174) adalah pola hidup seseorang dalam dunia kehidupan sehari-hari yang dinyatakan dalam kegiatan, minat dan pendapat yang bersangkutan. Gaya hidup mencerminkan keseluruhan pribadi yang berinteraksi dengan lingkungan. Dari berbagai di atas dapat disimpulkan bahwa gaya hidup adalah pola hidup seseorang yang dinyatakan dalam kegiatan, minat dan pendapatnya dalam membelanjakan uangnya dan bagaimana mengalokasikan waktu. Psikografik adalah pengukuran kuantitatifgaya hidup, kepribadian dan demografik konsumen. Psikografik memuat beberapa pernyataan yang menggambarkan kegiatan, minat dan pendapat konsumen. 3. Studi yang menggunakan kepribadian ciri sebagai faktor yang menjelaskan, menganalisis kaitan beberapa variabel dengan kepribadian ciri, misalnya kepribadian ciri yang mana yang sangat terkait dengan konsumen yang sangat memperhatikan masalah lingkungan.

Selasa, 25 Desember 2012

Orang baru? Ya, kalian pasti punya pernah mempunyai orang baru dalam hidup kalian begitupun gue. Orang baru kali ini adalah seseorang yg bisa buat gue nyaman, nyambung, dan bisa ngertiin keadaan gue. Yap, dia adalah my boyfriend namanya Agusti Renaldi. 

Sosok orang yang tinggi, mancung, dan caplang ini bisa buat gue ngerasa gue klop sama dia. Dia itu type orang yang ga suka makan sayuran, tapi selalu gue paksa buat makan. Banyak kesamaan-kesamaan di antara gue dan dia. Tapi banyak juga perbedaan di antara gue sama dia, termasuk dalam musik. Gue suka k-pop, tapi dia suka lagu-lagu yang agak nyecream, ya biasalah dia mantan anak gaul :D 

Buat gue, dia adalah sosok yg baik, pengertian, perhatian, penyayang, tapi kadang kala dia egois. Tapi itu semua gak ngilangin rasa sayang gue ke dia. Dia udah ngisi hari-hari gue, dengan penuh canda tawa bahkan sebuah tangisan. Dia selalu ngedengerin keluhan gue, dia selalu nasehatin gue, dan itu yang buat sayang sama dia.

Dia juga bisa ngertiin keadaan gue di rumah, dia juga rela gue jadiin pelampiasan rasa kesel gue. Semoga dia ga bosen sama gue, semoga dia bisa nyaman juga sama gue, dan dia juga bisa nerima gue apa adanya, amin :)



Minggu, 22 Juli 2012

Perhatian orang tua ternyata memiliki pengaruh besar terhadap pencapaian prestasi belajar anak atau siswa di sekolahnya. Hal ini setidaknya pernah di buktikan oleh hasil penelitian di Amerika yang telah dilakukan oleh banyak pihak. Dan berikut ringkasan dari hasil-hasil penelitian tersebut yang dikutip dari berbagai sumber. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Wendy S. Grolnick dan rekan-rekan, dalam artikelnya yang dipublikasikan pada tahun 1994 dan 1997, mereka menyampaikan 3 konsep bentuk perhatian orang tua berdasarkan pada bagaimana interaksi orang tua-anak. Pertama, perhatian dalam bentuk keterlibatan perilaku orang tua, yang mengacu pada sikap dan tindakan orangtua yang mewakili kepentingan publik dalam pendidikan anak mereka, seperti menghadiri open house atau kegiatan sukarela di sekolah. Kedua, perhatian dalam bentuk keterlibatan pribadi, yang mencakup cara interaksi orangtua-anak melalui komunikasi positif tentang pentingnya sekolah dan pendidikan untuk anak-anak mereka. Dan ketiga, perhatian dalam bentuk keterlibat kognitif atau intelektual, yang mengacu pada perilaku yang mendukung pengembangan keterampilan dan pengetahuan anak-anak, seperti membaca buku dan pergi ke museum. Menurut teori ini, perhatian orang tua dalam ketiga keterlibatan itu akan mempengaruhi prestasi siswa karena adanya interaksi yang akan mempengaruhi motivasi, rasa kompetensi, dan keyakinan anak bahwa mereka memiliki kontrol atas keberhasilan mereka di sekolah. Sementara itu, Kathleen V. Hoover-Dempsey dan Howard M. Sandler, dalam artikel yang dipublikasikan pada tahun 1995 dan 1997, menyampaikan bahwa perhatian orang tua mencakup bentuk keterlibatan secara luas baik dalam kegiatan anak di rumah (seperti, membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, membahas kegiatan sekolah atau kursus) dan aktivitas yang berbasis sekolah (misalnya menjadi relawan di sekolah, datang pada acara/undangan sekolah). Mereka berpendapat bahwa perhatian orang tua merupakan fungsi orang tua dalam mengaktualisasikan peran dan tanggung jawabnya, keyakinan orang tua bahwa ia dapat membantu anak-anaknya untuk berhasil di sekolah, dan keterlibatan pada setiap kesempatan yang disediakan oleh sekolah atau guru. Menurut teori ini, perhatian orang tua akan berpengaruh terhadapa anak-anaknya melalui akuisisi pengetahuan, keterampilan, dan peningkatan rasa percaya diri dan keyakinan anak-anak bahwa mereka akan berhasil di sekolah. Kemudian Joyce L. Epstein, dalam sebuah terbitan artikel tahun 1995 dan bukunya yang diterbitkan tahun 2001 yang berjudul School, Family, and Community Partnerships, berpendapat bahwa sekolah, keluarga, dan masyarakat adalah faktor penting sebagai “lingkungan pengaruh” pada perkembangan anak, dan bahwa perkembangan pendidikan anak akan meningkat manakala tiga lingkungan itu bekerja sama menuju suatu tujuan bersama. Epstein mendorong sekolah untuk menciptakan “tumpang tindih” yang lebih besar antara sekolah, rumah, dan masyarakat melalui pelaksanaan kegiatan pada enam jenis keterlibatan : orangtua, komunikasi, relawan, belajar di rumah, pengambilan keputusan, dan kolaborasi dengan masyarakat. Dengan menerapkan kegiatan di keenam jenis keterlibatan itu, pendidik dapat membantu meningkatkan prestasi dan penglaman siswa di sekolah. Menurut pendapat ini, perhatian orang tua dalam bentuk keterlibatannya terhadap kegiatan pendidikan anaknya di sekolah salah satunya bisa dilihat dari karakteristik keluarga. Keluarga pekerja dan keluarga yang melibatkan seorang ibu bekerja penuh waktu, cenderung kurang memiliki perhatian semestinya terhadap pendidikan anak-anak mereka. Termasuk juga, orang tua siswa sekolah dasar cenderung lebih terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka daripada orang tua pada siswa yang lebih tua. Dari hasil penelitian yang disampaikan oleh ketiga orang tersebut di atas, walaupun itu bukan di Indonesia, akan tetapi setidaknya bisa menjadi salah satu acuan dan dasar bagi para orang tua, bahwa bentuk perhatian orang tua terhadap pendidikan anak dan pencapaian prestasi anak di sekolah adalah sangat besar, dimana perhatian yang dimaksud tidak hanya terbatas pada penyediaan sarana dan fasilitas pendidikan yang diperlukan anak semata, melainkan keterlibatan langsung orang tua di dalam prosesnya. Semoga bermanfaat dan menjadikan anda orang tua yang lebih peduli lagi terhadap proses pendidikan putra-putri anda di sekolah.
I write all this started life on white paper The days are hard, The love story of a spicy, Feelings of anxiety, And limited movements. The ink comes out of the pen Rhythmically with what I think In this heart inginku fox monotonous life filled sores all desperate ..

Kamis, 28 Juni 2012

Di satu malam, Kadang aku merasakan kesepian. Sepiku yang melanda hati ini, Menjadikan aku semakin gelisah tak menentu. Kadang aku berpikir, Ingin rasanya aku memiliki seorang kekasih Yang dapat mengobati rasa kesepian ini. Namun, apalah daya. Tuhan belum mengijinkan aku untuk memiliki Kekasih yang aku inginkan. Tapi di satu sisi aku takut. Takut untuk merajut cinta dengan pasangan yang baru. Mungkin karena kesalahanku dimasa lalu Yang membuatku menjadi enggan untuk merajut cinta kembali. Ya, masa lalu yang membuatku terjatuh Dalam keterpurukan cinta. Masa lalu yang membuatku tak ingin mengulanginya kembali. Tapi aku ingin menjalani kehidupanku yang baru Dengan seorang kekasih impian dan, Tanpa melihat masa lalu yang hanya bisa Membuatku semakin terjatuh.

Senin, 11 Juni 2012

Ketika cinta itu pergi Ada luka yang tersimpan di hati. Ketika cinta itu datang Ada hasrat yang tersimpan di hati. Aku tau cinta itu pasti ada Tapi entah kapan cinta itu datang Hanya hati yang bisa merasakannya. Seandainya aku bisa memilih Aku akan memilih yang terbaik bagiku Aku akan merasakan bahagia Jika engkau ada di sampingku selamanya.